Senin, 17 Desember 2012

Cara menghitung berat besi beton polos, ulir (sirip) dan virkan (nako)

Contoh Daftar Harga Besi Beton terbaru 2012 bisa dilihat disini

Cara menghitung berat besi beton (polos):
Diameter x Diameter x Panjang x 0,006165

(diameter dalam satuan milimeter, panjang dalam satuan meter)

0,006165 dari:

3,14 / 4  x 7854 / 1000000

3,14 adalah PI
4 (hitung
volume tabung atau luas lingkaran) karena yang dikuadratkan diameter, maka dibagi 2 kuadart = 4
7854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik)
1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)


.

Besi beton polos tidak bisa benar-benar bulat, karena proses rolling mill memang karakternya seperti itu. Besi (baja) bulat hasil dari mesin bubut saja, ada toleransinya, apalagi hasil penggilingan. Untuk itu, biasanya, untuk mendapatkan diameter besi beton, diukur beberapa kali, dan hasilnya dirata-rata.

Cara menghitung besi beton polos tersebut tidak berlaku untuk menghitung berat besi ulir (sirip). Diameter dalam besi beton ulir tidak bisa biasanya tidak persis sama untuk hasil pada ukuran tertentu, karena tebal dan kedalaman ulirnya tidak sama, tergantung pembuatan matrasnya (calibernya).

Untuk menghitung berat besi kotak (nako / virkan):

Diameter x Diameter x Panjang x 0,007854

Angka (nilai) 0,007854 adalah berat jenis baja (kg per meter kubik) dibagi 1000000 karena diameternya dalam milimeter ke meter kuadrat (1000 kuadrat)

Demikian Cara menghitung berat besi beton polos, ulir (sirip) dan virkan (nako), jika masih ada kesulitan atau hal yang perlu ditambahkan langsung saja berikan tanggapan pada form komentar dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...